Hari ini kedatangan tamu, ponakan. Jadi kita buat kue andalan Kalbe Farma, ups keluarga maksudnya. Martabak manis ala-ala gue. Kue yang simpel dan bisa tersaji cepat.
Setelah si ponakan makan kue beserta pendamping minuman hangat. Dia pamit balik ke pondok. Kue yang tersisa diserbu bocah-bocah (padahal udah disogok duluan tadi, biasalah... lagu lama).
Tak berapa lama kemudian, si Syafiq (6y) masih mau nambah, padahal yang tersisa buat si ayah dan ibu yang belum kebagian. Sang kakak sontak nyeletuk.
Nisa: "Eeeh, itu bukan bagianmu!".
Syafiq: "ada sah, itu bekas gigitanku"
Nisa: " dak, boleh! Kamu makan paling banyak.
Syafiq: " ibuu!" seperti biasa kalau tak bisa lolos pasti lapor ke emaknya.
Saya: " Yaaa, makanmi kl ada bekas gigitanta".
Syafiq: " yeee"
Tiba2 si kakak teriak laporan.
Nisa: "ibuu, ini Syafiq e, dia ambil yg ada bekas gigitannya, baru nagigit lagi sedikit kue yg lainnya".
Saya: ha-ha-ha... (Setelahnya, nasehat sang emak pun mengalir)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pembelajaran Daring: Memanusiakan manusia dimasa pandemi
Istilah pembelajaran memanusiakan manusia telah kita kenal jauh sebelum terjadi pandemi global ini. Sebuah judul buku yang pernah menjadi be...
-
" Said bin Amir, seorang laki-laki yang memberi akhirat dengan dunia dan mementingkan Allah dan rasulnya di atas selain keduanya"....
-
Saya bergabung pada sebuah grub webinar rumah inspirasi. Saya memperoleh postingan dibawah ini dari salah satu teman webinar yang sedang ber...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar