Rabu, 07 November 2018

Keutamaan penghafal Alquran

Saya copas dari sebuah grup
😭😭😭😭
*Kenapa (mesti) menghafal Al Quran?, karena....*

✋🏻كلّ الناس سواسية
✋
Semua manusia sama

✋🏻 فى مقامٍ واحد يوم القيامة
✋ Derajatnya sama di hari Kiamat

إلا حافظ القرآن
Kecuali hafidz Alquran

مع الملائكة..!
💦 Bersama para malaikat..!

مع السفرة، الكرام، البررة
 Bersama para malaikat yang mulia dan baik

✋🏻كل النّاس يفرّون
✋ Semua manusia berlari..

✋🏻من بعضهم يوم القيامة!
✋ Satu sama lain di hari Kiamat!

إلا حافظ القرآن
 Kecuali hafidz Alquran

يبحث عن والديه ؛
 Ia mencari kedua orang tuanya

ليلبسهم تاج الوقار
💦 Untuk dikenakan mahkota kehormatan

 ✋🏻تعبك مع القرآن في حفظه وتجويده حتى وإن لم تظهر آثاره عند معلمك ومعلمتك
✋ Lelahmu bersama Alquran saat menghafalnya , memperbaiki bacaan untuknya, walaupun tidak ada apresiasi dari gurumu, karena akan di bayarkan Alloh Azza wajalla

☝🏻حقه محفوظ عند الله
✋ Adalah hak yang terpelihara di sisi Allah
Bagimu wahai penghafal Al Quran

✋🏻لا يكتفى القرآن بإيصالك للجنة
بل لايزال معك فيها تقرأوه حتى تصل لأعلى درجاتها

 (اقرأ، وارتَقِ، ورتِّل)
✋ Tidak cukup Alquran hanya mengantarkanmu ke surga
Namun ia selalu bersamamu sampai ke derajat tertinggi
(Bacalah, naiklah, tartillah)

  ‏✋🏻لو علم المقصر مع القرآن
ما الذي ينتظره من نعيم حين يشرع في التلاوة ماتردد والله لحظة ..!!
✋ Andai pemalas tahu apa yang menunggunya yang berupa kenikmatan dikala membacanya, demi Allah, ia tidak akan ragu sekejap pun.

✋🏻القرآن ضد كل أوجاع الحياة ..
✋ Alquran melawan semua keperihan hidup.

"القرآن"
يروى روحك ويُلملم شتآت قلبك
✋ Alquran menghilangkan dahaga rohanimu dan menyatukan serpihan-serpihan hatimu

‏✋🏻لا مجلس يجارى نعيم الحلقات والتلاوات الشجية تترنم حولك بروحانية ..
ولا حب يناوش مودة أهل القرآن
✋ Tak ada majlis seindah halaqah Alquran, tilawah yang merdu, yang berdengung di sekitarmu oleh ruhnya
Dan tiada cinta sebanding dengan cintanya ahlul quran.

☝🏻اللهم ارزقنا حفظ كتابك
☝ Allah, karuniakan kami membaca dan menghafal  kitab-Mu

☝🏻والعمل به وتدبر اياته
☝ Mengamalkannya dan mentadabburi ayat-ayatnya

☝🏻على الوجه الذي يرضيك عنا
☝Sesuai dengan apa yang Kau ridhai

☝🏻 واجعله جليسنا وانيسنا
☝Jadikan ia sebagai teman dekat dan kekasih kami

☝🏻وارزقنا اخلاص النيه
☝ Karuniakan kami keikhlasan niat

☝🏻وارزق ذريتنا حفظه
☝ Karuniakan keturunan kami menghafalnya

☝🏻 وقر اعيننا واجعلنا ممن يلَبسون
☝ Jadikan ia sebagai kebahagiaan kami dan jadikan kami termasuk yang mengenakan mahkota

☝🏻ويُلبسون تاج الوقار برحمتك يالله
☝ Mahkota kehormatan dengan rahmat-Mu, ya Allah

👇🏻👇🏻👇🏻
 ‏*القرآن القرآن القرآن
قال ابن قدامة رحمه الله :
" ويُكره أن يؤخر ختمة القرآن أكثر من أربعين يوما ؛  "
💦 Alquran Alquran Alquran
Ibnu Qudamah berkata, "Ia tidak suka mengkhatamkannya lebih dari 40 hari."

وقال القرطبي رحمه الله :
" والأربعين مدة الضعفاء وأولي الأشغال "
💦Alqurthubi berkata, "40 hari adalah masanya orang-orang lemah dan sibuk." Kalau bisa lebih cepat lebih baik

كم من شهور وأربعينات تنقضي ؟ ترتجف لها القلوب لو عقلناها !
💦 Betapa banyak bulan-bulan berlalu dan sirna? (Tanpa Alquran) Andai kita mengerti, pasti hati gemetar!

من بركة القرآن
أن الله تعالى يبارك في عقل قارئه وحافظه . .
💦 Diantara keberkahan Alquran bahwa Allah berkahi akal orang yang membaca dan menghafalnya.

* فعن عبد الملك بن عمير :
' ( كان يقال إن أبقى الناس عقولا قراء القرآن ) ،
Dari Abdul Malik bin Umair, "Dikatakan bahwa orang yang paling bertahan akalnya adalah para pembaca dan penghafal Alquran."

- وفي رواية :
' ( أنقى الناس عقولا قراء القرآن ) '
Riawayat lain, "Orang paling bersih akalnya adalah pembaca dan penghafal Alquran.'

وقال القرطبي رحمه الله :
من قرأ القرآن مُتّع بعقله وإن بلغ مئة !
💦Qurthubi berkata, "Siapa membaca dan menghafal Alquran ia akan menikmati akalnya walau umurnya sampai 100 (tahun)."

وقد أوصى الإمام إبراهيم : المقدسي تلميذه عباس بن عبد الدايم - رحمهم الله :
( أكثر من قراءة القرآن ولا تتركه ، فإنه يتيسر لك الذي تطلبه  على قدر ما تقرأ ) ؛

💦Imam Ibrahim Almaqdisi menasihati muridnya, Abbas bin Addayim, "Perbanyaklah membaca Alquran dan jangan tinggalkan. Sesungguhnya apa yang kamu minta akan menjadi mudah sebatas apa yang kamu  baca dan kamu hafalkan

وقال ابن الصلاح رحمه الله :
- ورد أن الملائكة لم يعطوا فضيلة قراءة القرآن ، ولذلك هم حريصون على استماعه من الإنس !
💦Ibnu Shalah berkata, "Diriwayatkan bahwa malaikat tidaklah dikaruniai kemuliaan membaca dan menghafal Alquran. Makanya mereka sangat ingin selalu mendengarnya dari manusia."

وقال أبو الزناد :
' ( كنت أخرج من السّحَر  إلى مسجد رسول الله صلى الله عليه وسلم فلا أمر ببيت إلا وفيه قارئ ) ؛
💦Abu Zunad berkata, "Di waktu sahur aku keluar menuju masjid Rasulullah saw, dan aku tidak melewati rumah kecuali disana ada yang sedang membaca Alquran."

وقال شيخ الإسلام رحمه الله :
( ما رأيت شيئا يغذّي العقل والروح ويحفظ الجسم ويضمن السعادة أكثر من إدامة النظر في كتاب الله تعالى ) ؛
💦Syaikhul Islam berkata, "Aku tidak melihat sesuatu yang memberi asupan kepada akal, menjaga fisik, dan memberi kebahagiaan lebih banyak ketimbang berlama-lama memandangi Alquran."
فتعلق بالقرآن أخي الحبيب تجد البركة . .
- قال الله تعالى في محكم التنزيل :
" كتاب أنزلناه إليك مبارك  ليدبروا آياته "
💦Maka kuatkan hubungan dengan Alquran saudaraku niacaya kamu akan mendapat keberkahan.
Allah berfirman, "Kitab yang kami turunkan yang penuh berkah agar kalian tadabburi ayat-ayatnya.وكان بعض المفسرين يقول :
- ( اشتغلنا بالقرآن فغمرتنا البركات والخيرات في الدنيا ) ؛
💦Seorang mufassir berkata, "Kami sibuk dengan Alquran maka kami mendapatkan limpahan keberkahan dan kebaikan di dunia."

💦 Yang mengajak kepada kebaikan seperti yang melakukannya.

*Barangkali ada orang yang menjadi rajin membaca Alquran karena ajakan mu , maka anda akan mendapatkan pahala karenanya, tanpa mengurangi pahalanya*

Semoga penulisnya diberkahi

Senin, 05 November 2018

Jangan ciderai fitrah anak

Bismillah

*JANGAN CIDERAI FITRAH ANAK*

🔵Jangan pernah membandingkan anak. Karena setiap mereka punya keistimewaan masing-masing.

Umar bin Khatab hebat tapi tidak pernah dipilih menjadi panglima perang. Karena basic nya Umar tempramental,

Maka yang selalu terpilih jd panglima perang adalah Khalid bin Walid yang tenang dan bisa mengambil keputusan dengan tepat di lapangan karena ketenangannya.

🔵Anak yang cengeng bisa jadi ia mempunyai potensi perasa. Gampang memahami perasaan org dan mudah berempati.

🔵Anak yang cerewet, maka poleslah agar kedepannya ia menjd seorg penceramah yg mampu menyentuh kalbu.

🔵Anak yang keras kepala bisa jadi ke depannya ia adalah pemimpin besar.

🔵Kenakalan adalah jeritan hati yang belum ketemu jalan keluarnya atau potensi yang belum tampak buahnya.

🔵Ibaratnya pohon yang belum berbuah dikasih pupuk dan air yang banyak. Akhirnya busuk. Yang diperlukan adalah kesabaran dengan pupuk yang tepat.

🔵Anak yang suka suudzon bisa jadi kedepannya menjadi detektif, aparat penegak hukum yang membutuhkan potensi analisa dan kewaspadaan.

🔵Motivasi dari luar atau training sekarang SDH tidak laku. Karena tidak dianggap efektif. Yang sekarang laku adalah motivasi dari dalam diri sendiri.

🔵Apapun yang Allah berikan pada anak kita harus ridha. Karena keridhaan orang tua adalah awal membuka potensi anak-anak nya..

🔵Menyusui bukan sekedar proses memberi nutrisi tapi proses mengajarkan aqidah.

Maka jangan disambi, tapi fokus sentuhan ke sentuhan, tatapan ke tatapan, karena proses menyusui adalah transfer pesan dari Rabb kepada ibu kepada anaknya.

🔵Membesarkan anak bukan untuk menjadi sarjana, tapi menjadi pembangun peradaban.

🔵Anak dibawah 7 tahun harus dikenalkan dengan aqidah tapi jangan doktrin dan penuh ketakutan misalnya tentang neraka, tapi ceritakan dengan cinta misalnya tentang pesona surga. Buat anak terpesona dengan Rabb nya. Perintah shalat adalah 7tahun. Jadi jangan paksa anak tertib shalat sebelum 7tahun.

🔵Anak di bawah 7 tahun masih individualitas karena belum paham rules. Egosentris. Jadi normal dan wajar jika punya keinginan atau tidak mau berbagi.

🔵Anak-anak yang puas egonya di bawah 7 tahun akan mudah berbagi setelahnya.

Tapi jika dibawah 7 tahun sudah diciderai fitrahnya ia akan menjadi anak yg gugup, Tidak mampu mengambil keputusan, dll.

🔵Buat anak cinta Qur'an jangan paksa anak bisa dan hafal baca Qur'an .

Ajari anak cinta buku bukan bisa baca buku. Karena anak yang cinta buku akan membaca seumur hidupnya.

🔵Tugas kita bukan sebanyak apa mengajarkan pengetahuan karena ilmu pengetahuan berkembang terus menerus. Tugas kita adalah menanamkan kepada anak-anak aqidah yg kuat shg semua persoalan dialam semesta mereka mampu membaca dan memecahkannya.

🔵Kenangan indah dengan orang tua saat kecil, akan terekam dan membekas di ingatan anak-anak di masa depannya.

Kalau kita sibuk mendidik anak 0-15 tahun, setelah 15 tahun kita akan menuai senyuman. 

Jika kita lalai mendidik anak 0-15 tahun, maka kita akan menuai kesedihan.

🔵Jangan menyerahkan anak sepenuhnya ke sekolah. Aplg hanya pada seorg pengasuh.

Tapi orang tua harus langsung hands on. Umur 0-2 thn harus berada langsung dlm asuhan ibu sesibuk apapun ibu.

Ingat seorg ibu memang ditugaskan hanya sibuk mengurus anak bukan yg lainnya.

🔵Tumbuhkanlah fitrah dengan baik. Fitrah based education adalah menyiapkan anak-anak kita mempersiapkan peradaban.

🔵Karakter dilahirkan apa dibentuk? Dua-duanya. Ada yang sejak lahir, ada yang dibentuk. Cerewet karakter dari lahir. Disiplin , amanah adalah karakter yg dibentuk.

🗂8 konsep fitrah yang harus tumbuh semua. Bukan pilihan.

1. Fitrah keimanan : aqidah yang kuat
2. Fitrah belajar : keingintahuan modal profesional, inovasi.
3. Fitrah bakat : potensi
4. Fitrah seksualitas : berfikir dan bersikap sesuai gender.
5. Fitrah jasmani
6. Fitrah bahasa
7. Fitrah individualitas
8. Fitrah perkembangan.

🔵Anak hebat lahir dari ayah yang hebat. Kuatkan lisan dan pendengaran.

Dialog orang tua dan anak banyak di Al-Qur'an antara ayah dan anaknya.

🔵Usia 0- 7 thn adalah usia anak bersama ibu.

Anak laki laki usia 7-10 tahun dekatkan anak laki-laki dan ayah nya , naik gunung , dan permainan kelaki-lakian nya. Agar di masa depannya anak laki laki tumbuh menjadi laki laki yang kelaki-lakian.

Anak perempuan  usia 7-10 dekatkan  pada ibunya. Libatkan mereka masak, menjahit mukenanya, dan peran perempuan-perempuan lainnya.

🔵Anak laki-laki usia 11-14 dekatkan  dengan ibunya agar ia tahu peran lawan jenis nya. Kedepannya ia akan tahu bagaimana  memperlakukan perempuan atau istrinya. Anak perempuan usia 11-14 dekatkan dengan ayah agar ia bisa menilai mana laki-laki baik dan tidak di masa remaja dan dewasa nya .

🔵Bagaimana jika usia 9 tahun belum mau shalat? Maka ulang lagi basic fitrah 0-7 tahun. Dimana peran ibunya ? Interopeksi buat sang ibu.

🔵Yakinlah pada fitrah anak jangan khawatirkan rezekinya di masa depan.
Ingat bgmn wasiat Nabiyullah Yaqub ketika mau meninggal ? Beliau tdk pernah takut anaknya kelaparan atau miskin. Tp takut jika anak2nya menyimpang dari agama Allah.

Harta adalah masalah remeh dan rendah. Adapun fitrah aqidah anak adalah yg paling berharga.

📚 *Resume Seminar Parenting Mengenal Fitrah Based Educatio. Semoga bermanfaat buat kita sebagai pendidik di sekolah maupun di rumah

Sumber،:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=796339714044354&id=100010049986467

Selasa, 30 Oktober 2018

*20 ADAB - ADAB MAKAN DAN MINUM*
.................................................................................

MAKAN DAN MINUM DENGAN MENGIKUTI SUNNAH ITU JAUH LEBIH BAIK DAN BERNILAI PAHALA DI SISI ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA.. BERIKUT 20 ADAB MAKAN DAN MINUM

1. Memakan makanan dan minuman yang halal. Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita agar memakan makanan yang halal lagi baik. Allah Ta’ala telah berfirman:
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
“Hai para rasul, makanlah yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mu`minun: 51).

2. Mendahulukan makan daripada shalat jika makanan telah dihidangkan.Yang dimaksud dengan telah dihidangkan yaitu sudah siap disantap. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila makan malam telah dihidangkan dan shalat telah ditegakkan, maka mulailah dengan makan malam dan janganlah tergesa-gesa (pergi shalat) sampai makanmu selesai.” (Muttafaqun ‘alaih).
Faidahnya supaya hati kita tenang dan tidak memikirkan makanan ketika shalat. Oleh karena itu, yang menjadi titik ukur adalah tingkat lapar seseorang. Apabila seseorang sangat lapar dan makanan telah dihidangkan hendaknya dia makan terlebih dahulu. Namun, hendaknya hal ini jangan sering dilakukan.

3. Tidak makan dan minum dengan menggunakan wadah yang terbuat dari emas dan perak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Orang yang minum pada bejana perak sesungguhnya ia mengobarkan api neraka jahanam dalam perutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam salah satu riwayat Muslim disebutkan, “Sesungguhnya orang yang makan atau minum dalam bejana perak dan emas …”

4. Jangan berlebih-lebihan dan boros. Sesungguhnya berlebih-lebihan adalah di antara sifat setan dan sangat dibenci oleh Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Isra` ayat 26-27 dan Al-A’raf ayat 31.
Berlebih-lebihan juga merupakan ciri orang-orang kafir sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Seorang mukmin makan dengan satu lambung, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh lambung". (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Mencuci tangan sebelum makan. Walaupun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mencontohkan hal ini, namun para salaf (generasi terdahulu yang shalih) melakukan hal ini. Mencuci tangan berguna untuk menjaga kesehatan dan menjauhkan diri dari berbagai penyakit.

6. Jangan menyantap makanan dan minuman dalam keadaan masih sangat panas ataupun sangat dingin karena hal ini membahayakan tubuh. Mendinginkan makanan hingga layak disantap akan mendatangkan berkah berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:"Sesungguhnya yang demikian itu dapat mendatangkan berkah yang lebih besar.” (HR. Ahmad).

7. Tuntunan bagi orang yang makan tetapi tidak merasa kenyang. Para sahabat Radhiyallahu ‘anhum berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan tetapi tidak merasa kenyang.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ”Barangkali kalian makan berpencar (sendiri-sendiri)", Mereka menjawab:”Benar.” Beliau kemudian bersabda:“Berkumpullah kalian atas makanan kalian dan sebutlah nama Allah, niscaya makanan itu diberkahi untuk kalian". (HR. Abu Dawud).

8. Dianjurkan memuji makanan dan dilarang mencelanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukainya, maka beliau memakannya. Dan apabila beliau tidak suka terhadapnya, maka beliau meninggalkannya. (HR. Muslim).

9. Membaca tasmiyah (basmallah) sebelum makan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca ‘Bismillah’ (dengan menyebut nama Allah). Jika ia lupa membacanya sebelum makan maka ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi’ (dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhir -aku makan-)” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Di antara faedah membaca basmallah di setiap makan adalah agar setan tidak ikut makan apa yang kita makan. Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk bersama seseorang yang sedang makan. Orang itu belum menyebut nama Allah hingga makanan yang dia makan itu tinggal sesuap. Ketika dia mengangkat ke mulutnya, dia mengucapkan:"Bismillaahi fii awwalihii wa aakhirihi". Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa dibuatnya seraya bersabda:“Masih saja setan makan bersamanya, tetapi ketika dia menyebut nama Allah maka setan memuntahkan semua yang ada dalam perutnya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa`i).

10. Makan dan minum dengan tangan kanan dan dilarang dengan tangan kiri. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Apabila salah seorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanan dan minumlah dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam mendoakan keburukan bagi orang yang tidak mau makan dengan tangan kanannya. Seseorang makan di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dengan tangan kirinya, maka beliau bersabda: “Makanlah dengan tangan kananmu.” Orang itu menjawab:“Saya tidak bisa.” Beliau bersabda:“Semoga kamu tidak bisa!” Orang tersebut tidak mau makan dengan tangan kanan hanya karena sombong. Akhirnya dia benar-benar tidak bisa mengangkat tangan kanannya ke mulutnya. (HR. Muslim).

11. Makan mulai dari makanan yang terdekat. Umar Ibnu Abi Salamah Radhiyallahu’anhuma berkata: “Saya dulu adalah seorang bocah kecil yang ada dalam bimbingan (asuhan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Tangan saya (kalau makan) menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam menegur saya:"Wahai bocah bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat denganmu", Maka demikian seterusnya cara makan saya setelah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini sekaligus sebagai penguat dari kedua adab makan sebelumnya dan menjelaskan bagaimana cara menasihati anak tentang adab-adab makan. Lihatlah bahwa nasihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam sangat dipatuhi oleh Umar Ibnu Abi Salamah pada perkataan beliau, “ … demikian seterusnya cara makan saya setelah itu.“

12. Memungut makanan yang jatuh, membersihkannya, kemudian memakannya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:“Jika salah satu dari kalian makan lalu makanan tersebut jatuh, maka hendaklah ia memungutnya dan membuang kotorannya kemudian memakannya. Jangan ia biarkan makanan itu untuk setan.” (HR. At-Tirmidzi). Sungguh betapa mulianya agama ini, sampai-sampai sesuap nasi yang jatuh pun sangat dianjurkan untuk dimakan. Hal ini merupakan salah satu bentuk syukur atas makanan yang telah Allah Ta’ala berikan dan bentuk kepedulian kita terhadap fakir miskin.

13. Makan dengan tiga jari (yaitu dengan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah) kemudian menjilati jari dan wadah makan setelah selesai makan. Ka’ab bin Malik Radhiyallahu ’anhu berkata:"Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam makan dengan tiga jarinya. Apabila beliau telah selesai makan, beliau menjilatinya.” (HR. Muslim). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian selesai makan, maka janganlah ia mengusap jari-jarinya hingga ia membersihkannya dengan mulutnya (menjilatinya) atau menjilatkannya pada orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Maksudnya yaitu menjilatkan pada orang lain yang tidak merasa jijik dengannya, misalnya anaknya saat menyuapinya, atau suaminya.

14. Cara duduk untuk makan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,  beliau bersabda:"Aku tidak makan dengan bersandar.” (HR. Bukhari). Maksudnya adalah duduk yang serius untuk makan. Adapun hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam saat makan duduk dengan menduduki salah satu kaki dan menegakkan kaki yang lain adalah dhaif (lemah). Yang benar adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam duduk bersimpuh (seperti duduk sopannya seorang perempuan dalam tradisi Jawa) saat makan.

15. Apabila lalat terjatuh dalam minuman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila lalat jatuh pada minuman salah seorang dari kalian maka hendaklah ia mencelupkan lalat tersebut kemudian barulah ia buang, sebab di salah satu sayapnya ada penyakit dan di sayap yang lain terdapat penawarnya.” (HR. Bukhari).

16. Bersyukur kepada Allah Ta’ala setelah makan,  Terdapat banyak cara bersyukur atas kenikmatan yang Allah Ta’ala berikan kepada kita, salah satunya dengan lisan kita selalu memuji Allah Ta’ala setelah makan (berdoa setelah makan). Salah satu doa setelah makan yaitu:"Alhamdulillaahi hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi ghaira makfiyyin walaa muwadda’in walaa mustaghnan ‘anhu rabbanaa.”(Segala puji bagi Allah dengan puja-puji yang banyak dan penuh berkah, meski bukanlah puja-puji yang memadai dan mencukupi dan meski tidak dibutuhkan oleh Rabb kita.”) (HR. Bukhari).

17. Buruknya makan sambil berdiri dan boleh minum sambil berdiri, tetapi yang lebih utama sambil duduk. Dari Amir Ibn Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya Radhiyallahu ’anhum, dia berkata:“Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam minum sambil berdiri dan sambil duduk.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih). Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seorang laki-laki minum sambil berdiri. Qatadah Radhiyallahu ‘anhu berkata:“Kami bertanya kepada Anas:"Kalau makan?’ Dia menjawab:"Itu lebih buruk atau lebih jelek lagi". (HR. Muslim).

18. Minum tiga kali tegukan seraya mengambil nafas di luar gelas. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam minum sebanyak tiga kali, menyebut nama Allah di awalnya dan memuji Allah di akhirnya. (HR.Ibnu As-Sunni dalam ‘Amalul Yaumi wallailah (472)) Apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam minum, beliau bernafas tiga kali. Beliau bersabda: “Cara seperti itu lebih segar, lebih nikmat dan lebih mengenyangkan". (HR. Bukhari dan Muslim).
Bernafas dalam gelas dilarang oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya:“Apabila salah seorang dari kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam gelas.”(HR. Bukhari).

19. Berdoa sebelum minum susu dan berkumur-kumur sesudahnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika minum susu maka ucapkanlah, ‘Allahumma barik lana fihi wa zidna minhu’ (Ya Allah berkahilah kami pada susu ini dan tambahkanlah untuk kami lebih dari itu) karena tidak ada makanan dan minuman yang setara dengan susu.”(HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (5957), dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’(381)).  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila kalian minum susu maka berkumur-kumurlah, karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut.” (HR. Ibnu Majah (499)).

20. Dianjurkan bicara saat makan, tidak diam dan tenang menikmati makanan seperti halnya orang-orang Yahudi. Ishaq bin Ibrahim berkata:“Pernah suatu saat aku makan dengan Abu ‘Abdillah (Imam Ahmad) dan sahabatnya. Kami semua diam dan beliau (Imam Ahmad) saat makan berkata:"Alhamdulillah wa bismillah", kemudian beliau berkata: "Makan sambil memuji Allah Ta’ala adalah lebih baik dari pada makan sambil diam".

Semoga ADAB MAKAN DAN MINUM ini bermanfaat dan semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan kepada kita dalam mengamalkan SUNNAH  yang kita ketahui, karena hakikat ilmu adalah amal itu sendiri. Wallahul muwaffiq.

Sumber: Muslim.or.id
#Semoga Bermanfaat..
Silahkan Share.

Kisah Tentang Pentingnya Berhusnudzon

Pernah dengar kisah ini dalam sebuah taklim di Lembaga Muslimah Wahdah Pinrang. Pas aja di sebuah grup WhatsApp seseorang memposting kisah ini. Saya pun mencopas untuk disave di blog. Sekaligus berbagi dengandpengunjung blog ini, semoga menjadi amal jariyah bagi yang menuliskannya yang anonim.

KISAH INI MENGAJARKAN KITA UNTUK TIDAK SU'UDZ DZHON HANYA KARENA SEMATA-MATA MELIHAT SIFAT LAHIRIYAH SESORANG.

KISAH SULTAN MURAD ( SULTAN TURKI UTSMANI ) MENEMUKAN MAYAT SEORANG WALI YANG SEMASA HIDUPNYA GEMAR MEMBELI MINUMAN KERAS DAN MENDATANGI PELACUR
(Mohon di Baca sampai selesai )

Di dalam buku hariannya
Sultan Turki Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kegalauan yang sangat,
ia ingin tahu apa penyebabnya.
Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu
apa yang dirasakannya.

Sultan berkata kepada kepala pengawal,
_"Mari kita keluar sejenak."_

Di antara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan
di malam hari dengan cara  menyamar.

Mereka pun pergi,
hingga tibalah mereka
di sebuah lorong yang sempit.

Tiba-tiba,
mereka menemukan seorang
laki-laki tergeletak di atas tanah.
Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu,
ternyata ia telah meninggal.

Namun orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya.

Sultan pun memanggil mereka,
mereka tak menyadari
kalau orang tersebut adalah Sultan.

Mereka bertanya,
_"Apa yang kau inginkan?_

Sultan menjawab,
_"Mengapa orang ini meninggal
tapi tidak ada satu pun di antara kalian yang mau mengangkat jenazahnya?_

_Siapa dia?_

_Di mana keluarganya?"_

Mereka berkata,
_"Orang ini Zindiq,
suka menenggak minuman keras dan berzinah.!"_

Sultan menimpali,
_"Tapi . .
bukankah ia termasuk umat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam?_
_Ayo angkat jenazahnya,
kita bawa ke rumahnya"_

Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.

Melihat suaminya meninggal,
sang istripun pun menangis.
Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan
dan kepala pengawalnya.

Dalam tangisnya sang istri berucap pada jenazah suaminya,
_"Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah..._
_Aku bersaksi bahwa
engkau termasuk orang
yang sholeh."_

Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget..
_"Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang membicarakan
tentang dia begini dan begitu,
sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya.?"_

Sang istri menjawab,
_"Sudah kuduga pasti akan begini..."_

_"Setiap malam suamiku
keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras,
dia membeli minuman keras
dari para penjual sejauh yang ia mampu._
_Kemudian minuman-minuman
itu di bawa ke rumah
lalu ditumpahkannya
ke dalam toilet,
sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin."_

_"Dia juga selalu pergi menemui para pelacur,
memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini kalian sudah dalam bayaranku,
jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi."_

_"Kemudian ia pulang ke rumah,
dan berkata kepadaku: "Alhamdulillah,
malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu
dan pemuda-pemuda Islam."_

_"Orang-orang pun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur,
lalu mereka menuduhnya
dengan berbagai tuduhan
dan menjadikannya buah bibir."_

Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku,
_"Kalau kamu mati nanti,
tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu"_

Ia hanya tertawa,
dan berkata,
_"Jangan takut,
bila aku mati,
aku akan dishalati
oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Wali."_

Mendengar itu semua,
Sultan Murad pun menangis,
dan berkata,
_"Benar!
Demi Allah,
akulah Sultan Murad,
 dan besok pagi kita
akan memandikannya,
menshalatkannya
dan menguburkannya."_

Demikianlah,
akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri
oleh Sultan,
para Ulama,
para Wali Allah
dan seluruh masyarakat.

*******

(Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhary dari _Mudzakkiraat Sultan Murad IV_)

*******

Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini:

Jangan suka menilai orang lain
dari sisi lahiriahnya saja.
Atau menilainya berdasarkan ucapan orang lain.
Terlalu banyak yang tidak kita ketahui tentang seseorang.
Apalagi soal yang tersimpan di tepian paling jauh di dalam hatinya.

Kedepankan prasangka baik terhadap saudaramu.
Boleh jadi orang yang selama ini kita anggap sebagai calon penduduk neraka,
ternyata penghuni Firdaus
yang masih melangkah di bumi...

Jadi,
berhentilah berprasangka
dan menggunjing seseorang
sekalipun orang itu sangat kita kenal.

Senin, 29 Oktober 2018

Tujuan Dakwah

Catatan Tarbiyahku


الفقه الدعوة
Fiqh Dakwah


غَايَةُ الدَّعْوَة ِ⁦⬅️⁩إِلَى اللهِ
  1. Tujuan Akhir Dakwah ➡️Untuk Allah Ta'ala



Tujuan akhir menyeru manusia kepada tauhid atau dakwah adalah untuk mencari keridhoan Allah Subhanallah Wata'ala. Hal ini berarti bahwa berdakwah bukan dimaksudkan untuk:


  1. Bukan untuk diri Sendiri /individu


Seseorang berdakwah bukan dengan tujuan mencari popularitas di tengah manusia ataupun menjadi seseorang yang kemudian dikultuskan secara individu bagi mad'u atau menjadi figur yang dianggap ma'sum bagi mad'u. Karena sesungguhnya poros segala aktivitas kita adalah mendapatkan keridhaan Allah Subhana Wa Ta'ala. Demikian pula setiap RasulNya memulai dakwah dengan tauhidullah dan juga menjadi tujuan akhir sebagaimana firmanNya:


يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ


“Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah selain daripada-Nya. Al-A’raaf/7
:59


  1. Bukan untuk Kelompok, Golongan atau Lembaga.


Tujuan dakwah bukan untuk membesarkan sebuah kelompok, golongan ataupun lembaga. Jika pun dakwah diwadahi oleh sebuah lembaga. Maka Lembaga itu hanya sekedar wasilah untuk memudahkan mencapai tujuan dakwah yang sesungguhnya agar terjadi manajemen dalam jama'ah yang teratur.


  1. Bukan untuk kepentingan orang lain


Tujuan berdakwah bukan untuk memenuhi kepentingan orang lain, seperti penguasa, politik dll.


. أَهدافُ الدعوةِ إلى الله ِ
2. Tujuan (Target dunia) Dakwah Kepada Allah

1. Penegasan kembali tujuan penciptaan manusia beribadah kepada Allah Ta'ala dan tidak menyekutukannya. Sebagaimana dalam firmanNya:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Adz-Dzaariyat, 51:56)

2. Menegakkan hikmah (dalil/alasan) Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya.
Firman Allah Ta’ala:

رُّسُلًا مُّبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌۢ 
بَعْدَ الرُّسُلِ  ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

"Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa', 4: 165)


3. Menunaikan amanah dan alasan pelepas tanggung jawab kepada Allah Subhana wa Ta'ala.Sebagaimaba firmanNya:


وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا  ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ

عَذَابًا شَدِيدًا  ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ


"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras? Mereka menjawab, Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa."
(QS. Al-A'raf, 7:164)

4. Mewujudkan mukmin yang sholeh karena kesholehan harus senantiasa diperbaiki.

5. Mewujudkan umat yang Sholeh


Setelah kesholehan setiap individu tercapai maka akan mewujudkan kesholehan menyeluruh pada umat ini.

6. Menyelamatkan manusia dari sebab kehancuran dan kebinasaan.


Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرٰى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ
"Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Hud: Ayat 117)


Dakwah yang menyebabkan manusia kembali kepada tauhidullah bisa mencegah kemurkaan Allah sehingga menyelamatkan dari kehancuran. Sebagaimana telah banyak contoh dari umat terdahulu yang dibinasakan akibat kemaksiatan dan kemusyrikan yang mereka lakukan dan membuatNya murka dengan menimpakan kebinasaan.

7. Menampilkan Keindahan dan Kebagusan Islam.


Dengan dakwah, Keindahan dan Kebagusan Islam akan terlihat. Sebagaimana diawal syariat diturunkan, tak sedikit yang berbondong-bondong masuk Islam dikarenakan Kebagusan dan keindahan islam. Begitu pun di zaman kekhalifahan seperti zaman kekhalifahan Umar Bin Khattab dimana sepertiga dunia adalah pemeluk Islam. Zaman kekhalifahan Umar Bin Abdul Aziz saat zakat dilelang tersebab rakyatnya tak ada lagi yang mau menerima zakat karena kesejahteraan hidup dibawah naungan kekhalifahan Islam.

8. Menegakkan Islam diatas seluruh aspek kehidupan.
Dengan dakwah, penegakan syariat Islam diseluruh aspek kehidupan akan terwujud, dengan tingkatan sebagai berikut:
  • Pribadi Muslim
  • Keluarga muslim
  • Masyarakat Islam
  • Negara Islam seperti Saudi Arabia, Brunai Darussalam, Malaysia dll.
  • Khilafah Islamiyyah yang besar (Sistem pemerintahan islami).

*Ditulis ulang oleh Husnul Khatimah




Kamis, 11 Oktober 2018

Melatih Kemandirian #day 8: Menyiapkan bekal sekolah

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Institut Ibu Profesional

Setelah sepekan saya menanamkan kemandirian pada syafiq melalui aktivitas bersih-bersih yakni buang sampah, maka kali ini aku ingin melatih kemandiriannya melayani dirinya sendiri.

Melatih kemandirian pada anak memang harus senantiasa melalui pembiasaan. Ala bisa karena biasa. Berharap kebiasaan itu menjelma menjadi rutinitas bagi dirinya sendiri. Ada beberapa poin yang akan aku latih dalam beberapa hari kedepannya. Diantaranya yaitu:

  • Menyiapkan sendiri peralatan sekolah
  • Merapikan tas dan baju usai pulang sekolah
  • Menyimpan peralatan makan sendiri 
Hari ini aku berfokus pada poin pertama yaitu menyiapkan peralatan sekolah sendiri. Karena Syafiq masih TK, maka yang berganti tiap hari hanyalah isi botol air minum dan bekalnya. Untuk kebutuhan peralatan tulis menulis, semua disiapkan di sekolah. Sedangkan buku paket tak pernah ia keluarkan dari tas kecuali berganti jilid seperti saat ini ia sudah menggunakan buku belajar membaca jilid 2.

Pagi-pagi saat bangun, biasanya Syafiq tidak langsung mandi, apalagi jika bangunnya agak subuh. Maka pada saat ini waktu yang tepat untuk menyuruhnya menyiapkan botol air minumnya. Sedangkan bekalnya akan ia masukkan di tas usai kubuatkan. Biasanya siap setelah sarapan.

Kali ini Syafiq bangun pukul 5 lewat pas shalat shubuh usai kami jalankan bersama. Usai shalat biasanya semua anggota keluarga melaksanakan rutinitas masing-masing. " Syafiq anak sholeh, bisa siapkan air minum sendiri, ya?". Tanyaku. "Bisaa". Jawab Syafiq langsung beranjak mengambil botol dan mengisinya dengan air minum kemudian memasukkan kedalam tasnya. "Ah, Syafiq ternyata sudah bisa. Jempol anak Sholeh!". Ujarku memuji sambil mengacungkan jempol padanya.

Pertanyaan yang bermaksud menyuruh secara tidak langsung dengan diawali kata " bisa tidak" sepertinya efektif menggerakkannya tanpa merasa diperintah. Ia akan berusaha berkata "bisa". Seperti yang terjadi pagi ini.

Selanjutnya bekalnya ia masukkan kedalam tasnya. Saya hanya akan menyusun kotak-kotak bekal anak-anak di dapur dan masing-masing mereka akan mengambilnya. Termasuk Syafiq yang sebelumnya saya yang memasukkan kedalam tasnya, namun kali ini kubiarkan ia sendiri yang melakukan hal itu.
Tumbuh mandiri anak sholehku.

#day8
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Rabu, 10 Oktober 2018

Melatih Kemandirian #day7 : Ketika Buah dari Pembiasaan Mulai Ranum

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Institut Ibu Profesional

Hari ini seperti biasa, aku mengingatkan si gubernur cilik untuk patroli sampah di dapur. Saya telah memisahkan sisa makanan di wastafel untuk diberikan pada ayam peliharaan kami.

"Pak gubernur, sampah diatas wastafel lagi menunggu, tuh!". Dengan stelan baju sekolah lengkap, Syafiq bergegas menuju dapur. Di luar dugaan, tak hanya sampah basah yang ia ambil sebagai pakan ayam tapi juga tempat sampah kering. Padahal aku sengaja tak menyuruh mengambilnya sebab sampahnya masih sedikit. Biasanya memang jadwal pembuangan sampah kering selang sehari alias tiap dua hari barulah tong sampah penuh dan siap diteruskan ke penampungan depan rumah.


"Ini juga sekalian, yah Bu?". Tanya Syafiq menunjuk tong sampah. Aku terkejut, tak menyangka ia ingin melakukan 2 pekerjaan berbeda. Akhirnya aku hanya bisa berkata "oh, iya yah. Itu juga mau dibuang." sambil kulirik isinya yang masih sedikit. Tapi tak apalah, mumpung ia lagi bersemangat. Jika hari sebelumnya aku hanya mendelegasikan satu jenis pekerjaan tapi hari ini Syafiq melakukan dua aktivitas berbeda yaitu membuang sampah dan memberi makan ayam dari limbah makanan tanpa kuminta.

Tak lupa apresiasi kuberikan setelah ia menyelesaikan pekerjaannya. " Pak gubernur sholeh hari ini membuat rumah kita bebas sampah. Pak gubernur memang oke!". Dan syafiq tersenyum puas.

Alhamdulillah, kini ia mulai memahami tanggung jawab yang diamanahkan padanya. Selama sepekan ini, proses pembiasaan mulai menunjukkan buah manis. Semoga berlanjut terus yah, nak.

"Didiklah anakmu sesuai zamannya karena mereka hidup bukan di zamanmu" (Ali Bin Abu Thalib)

#day7
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Selasa, 09 Oktober 2018

Melatih Kemandirian #day 6: Menjaga Rutinitas

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Institut Ibu Profesional

Hanya berselang sehari , tempat sampah di rumah kembali penuh. Bagi saya membuang sampah menjadi rutinitas yang tak perlu kulakukan sendiri. Kini sudah bisa kudelegasikan pada Syafiq. Meski sang Gubernur cilik peduli sampah ini masih tetap harus diingatkan saat masa buang sampah tiba.

Pagi ini, Syafiq bangun agak cepat tanpa dibangunkan juga. Biasanya ia akan langsung mandi, makan terus bersiap ke sekolah. Tapi karena bangunnya subuh, maka ia menunda mandi hingga hari mulai menampakkan diri. Saya yang melihatnya hanya berdiam diri tak melakukan apa-apa, berfikir untuk mengingatkan tugasnya yang biasa ia lakukan saat telah siap menuju sekolah dan sedang menanti anggota keluarga lainnya.

"Pak gubernur, kalau pagi biasanya bertugas, kan? Tanyaku. Tanpa berkata-kata,  Ia langsung berdiri menuju dapur mengambil tempat sampah. Kali ini ia sudah mulai faham rutinitasnya di pagi hari. Meski waktunya saya geser lebih awal melenceng dari kebiasaan latihan sebelumnya.
Ada rasa puas dan gembira melihatnya mulai memahami tugasnya sendiri meski sampai saat ini masih perlu diingatkan. Semoga kebiasaan ini sedikit -demi sedikit menetap dan menjadi rutinitas tanpa alarm sebelumnya lagi. Berproses yah nak, tumbuhlah menjadi insan yang senantiasa berpijak pada kaki sendiri , ringan tangan singsingkan baju dan peka terhadap lingkungan.

#day6
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Senin, 08 Oktober 2018

Melatih Kemandirian #day 5: Buanglah pada Tempatnya

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Institut Ibu Profesional

Siang begitu menyengat. Cuaca panas memicu keringnya tenggorokan. Minuman segar menjadi teman yang cocok saat ini. Maka aku meminta bantuan salah satu siswa untuk membelikan es kepal Milo di kantin sekolah terdekat.

Belum habis minuman coklat yang lagi viral ini kuteguk, Syafiq muncul dari balik pintu ruang laboratorium bahasa tempatku berhibernasi setiap hari bersama bayiku yang kupilih tuk kuasuh sendiri di tengah kesibukan sebagai seorang pendidik. Ia datang bersama sang ayah menjemput kami pulang ke rumah. Melihat minuman dingin di tanganku yang tersisa, ia meminta juga dibelikan. Ia pun ke kantin memesan sendiri.

Usai shalat ashar sang ayah muncul dari balik pintu baru saja dari masjid. Syafiq tak lupa mengajaknya untuk mencicipi minuman favoritnya. Mereka berdua sangat menikmatinya hingga habis. Aku yang baru saja menyelesaikan shalat mencari sisa sampah minumannya di keranjang sampah. Tapi pencarianku nihil. Tak kutemukan gelas plastik di sana.

Kupanggil Syafiq :" Pak gubernur keren, sampah minumannya mana?" Tanyaku. "Sudah dibuang, Bu" jawab ayah mewakili Syafiq. "Iyaa, tapi dimana? Karena di keranjang tak ada saya lihat". Kataku. Kutanya Syafiq dengan menatap langsung dan mendekat dan kuajukan pertanyaan sama. Syafiq akhirnya berkata" saya buang di luar, tapi karena saya tak liat tong sampah jadi kubuang di tanah saja". Mendengar itu, aku membujuknya agar memungut kembali sampahnya dan membuangnya pada keranjang sampah di balik pintu lab. Awalnya ia enggan tapi berkat bantuan sang ayah yang membantu membujuknya, akhirnya ia mau.
"Alhamdulillah, begitu pak gubernur hebat. Sampah dibuang pada tempatnya. Kalau tidak ketemu tong sampahnya, sebaiknya bertanya, yah?". Ujarku lembut. Syafiq mengangguk pelan. Aku berharap latihan kali ini ia belajar bahwa sampah harus berakhir di tempatnya, agar tak merugikan diri sendiri.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِى عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
(QS. Ar-Rum: Ayat 41)

#day5
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional



Minggu, 07 Oktober 2018

Melatih Kemandirian#day 4: Katakan meski Pahit

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Institut Ibu Profesional

Hari ini kami sekeluarga berakhir pekan di luar rumah dengan lokasi yang berbeda. Aku mengikuti sebuah pelatihan khusus perempuan di sebuah ormas di daerahku. Sedang suami ke luar kota mengantar rekannya naik pelaminan.

Aku mengikuti pelatihan ini dengan turut memboyong anak-anak ke tempat pelatihan. Syukurnya kegiatan ini tidak membatasi peserta untuk tidak mengikut sertakan anak-anak. Dan kebetulan juga lokasi aula bersebelahan dengan gedung TK, bisa dikatakan seatap. Sehingga anak-anak leluasa bermain tanpa mengganggu kami. Selain itu memang ada panitia khusus penjaga anak-anak terutama yang masih balita.

Tak terkecuali putraku, Syafiq. Kali ini melatih kemandiriannya melalui aktivitas peduli sampah akan berlangsung di sela jam istirahat, saat aku bertemu dengannya. Seperti biasa, dia akan memalak saya dengan uang jajan. Namun karena perjanjian kami uang jajan hanya keluar sekali dalam sehari, maka ia meminta cemilan. Aku pun memberikannya biskuit.

Saat jam istirahat tiba, aku menuju tempat wudhu. Mataku tertuju pada lantai. Kudapati sampah bungkusan biskuit yang kukenali disekitar tempat pelosotan TK. Beberapa anak berada disitu termasuk Syafiq. Aku memanggilnya dan menunjuk bungkusan biskuit di depanku " ini sampah Syafiq, kan?". Tanyaku. Awalnya ia menggeleng. " Tak boleh berbohong, anak Sholeh, ini pembungkus yang tadi, kan?" Akhirnya ia mengangguk pelan. " Yah, begitu dong, pak gubernur Sholeh, harus jujur". Ujarku menaikkan jempol.

"Lho, sampahnya salah tempat nih, harus dimana coba?". Tanyaku dan Syafiq tersipu malu sembari menunjuk tong sampah yang tak berada jauh darinya. "Ayo pak gubernur, sampahnya dibuang pada tempatnya!" Bujukku pelan.  Awalnya ia menunjukkan keengganan. Namun aku terus membujuk, meski sebenarnya aku bisa membuangnya namun aku berharap melalui latihan ini, ia mampu membuang sampahnya sendiri tanpa mengandalkan orang lain meski itu adalah orang terdekat dan yang paling menyayanginya.

Akhirnya iapun termakan bujukanku. Ia memungut sampah biskuit itu dan membuangnya pada tong sampah. "Pak gubernur hebat! sudah jujur, bersih pula!" Pujiku.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’”
#day1
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Sabtu, 06 Oktober 2018

Melatih Kemandirian #day 3: Bersinergi Menciptakan Kebiasaan Baru

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Institut Ibu Profesional

Menciptakan pembiasaan baru dalam diri anak mesti dilakukan bersama. Orang tua perlu bersinergi dan satu kata agar pesan yang coba dilekatkan di benak anak menjadi semakin menguat.

Dua hari ini saya mencoba menanamkan kemandirian Syafiq diawali dengan meminta mengurus sampah rumah. Melihat instruksi yang sama kuberikan padanya selama beberapa kali, membuat sang ayah turut berpartisipasi membantu mengingatkan jika saatnya tiba.

Seperti hari-hari Sabtu sebelumnya yang merupakan hari libur kantor bagiku dan juga bagi sekolah TK Syafiq, Saya jadi lupa mengingatkannya untuk membuang sampah. Tiba-tiba saja dia mengambil tempat sampah dan membawanya tanpa kusuruh.

Saat syafiq kembali ke dapur dengan tempat sampah kosong, dengan pandangan berbinar aku spontan berucap "Waaah, masyaaAllah, Pak gubernur hebat! kini sudah bisa buang sampah meski belum diingatkan". "Tadi ayah yang suruh" ujarnya sedikit tersenyum simpul. "Oohh, tapi pak gubernur tetap hebat, kog!" Sambil kupeluk dan kukecup kepalanya.

Ternyata sang ayah diam-diam menyimak komunikasi kami dan memperhatikan aktivitas Syafiq beberapa hari ini. Sehingga saat aku terlupa tersebab hari ini kuanggap saatnya bersantai tak perlu buru-buru menyelesaikan segala aktivitas rumah. Kali ini, Ia yang menghandle alarm  itu bagi si gubernur cilik.

Ternyata pesan bahasa tubuh (non verbal) lebih efektif ketimbang dari sekedar komunikasi langsung (verbal). Maka wajar ketika ahli psikologi Albert Mehrabian menyatakan 55% bahasa tubuh berpengaruh pada hasil komunikasi. Begitu pula agama islam ini dibangun diatas sebuah keteladanan. Yang saya yakin melibatkan bahasa tubuh yang termaktub dalam banyak hadist sahih dari teladan sempurna kita Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْأَاخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
(QS. Al-Ahzab: Ayat 21)

#day3
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional




Pembelajaran Daring: Memanusiakan manusia dimasa pandemi

Istilah pembelajaran memanusiakan manusia telah kita kenal jauh sebelum terjadi pandemi global ini. Sebuah judul buku yang pernah menjadi be...