Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Institut Ibu Profesional
Siang begitu menyengat. Cuaca panas memicu keringnya tenggorokan. Minuman segar menjadi teman yang cocok saat ini. Maka aku meminta bantuan salah satu siswa untuk membelikan es kepal Milo di kantin sekolah terdekat.
Belum habis minuman coklat yang lagi viral ini kuteguk, Syafiq muncul dari balik pintu ruang laboratorium bahasa tempatku berhibernasi setiap hari bersama bayiku yang kupilih tuk kuasuh sendiri di tengah kesibukan sebagai seorang pendidik. Ia datang bersama sang ayah menjemput kami pulang ke rumah. Melihat minuman dingin di tanganku yang tersisa, ia meminta juga dibelikan. Ia pun ke kantin memesan sendiri.
Usai shalat ashar sang ayah muncul dari balik pintu baru saja dari masjid. Syafiq tak lupa mengajaknya untuk mencicipi minuman favoritnya. Mereka berdua sangat menikmatinya hingga habis. Aku yang baru saja menyelesaikan shalat mencari sisa sampah minumannya di keranjang sampah. Tapi pencarianku nihil. Tak kutemukan gelas plastik di sana.
Kupanggil Syafiq :" Pak gubernur keren, sampah minumannya mana?" Tanyaku. "Sudah dibuang, Bu" jawab ayah mewakili Syafiq. "Iyaa, tapi dimana? Karena di keranjang tak ada saya lihat". Kataku. Kutanya Syafiq dengan menatap langsung dan mendekat dan kuajukan pertanyaan sama. Syafiq akhirnya berkata" saya buang di luar, tapi karena saya tak liat tong sampah jadi kubuang di tanah saja". Mendengar itu, aku membujuknya agar memungut kembali sampahnya dan membuangnya pada keranjang sampah di balik pintu lab. Awalnya ia enggan tapi berkat bantuan sang ayah yang membantu membujuknya, akhirnya ia mau.
"Alhamdulillah, begitu pak gubernur hebat. Sampah dibuang pada tempatnya. Kalau tidak ketemu tong sampahnya, sebaiknya bertanya, yah?". Ujarku lembut. Syafiq mengangguk pelan. Aku berharap latihan kali ini ia belajar bahwa sampah harus berakhir di tempatnya, agar tak merugikan diri sendiri.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِى عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
(QS. Ar-Rum: Ayat 41)
#day5
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pembelajaran Daring: Memanusiakan manusia dimasa pandemi
Istilah pembelajaran memanusiakan manusia telah kita kenal jauh sebelum terjadi pandemi global ini. Sebuah judul buku yang pernah menjadi be...

-
Bunda Sayang Melatih Kemandirian Institut Ibu Profesional Menciptakan pembiasaan baru dalam diri anak mesti dilakukan bersama. Orang tua...
-
Terkadang orang tua memuji anaknya sebagai wujud apresiasi atas pencapaian yang telah dilakukan. Sebaliknya akan mengkritisi jika melakukan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar