Sabtu, 06 Oktober 2018

Melatih Kemandirian #day 3: Bersinergi Menciptakan Kebiasaan Baru

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Institut Ibu Profesional

Menciptakan pembiasaan baru dalam diri anak mesti dilakukan bersama. Orang tua perlu bersinergi dan satu kata agar pesan yang coba dilekatkan di benak anak menjadi semakin menguat.

Dua hari ini saya mencoba menanamkan kemandirian Syafiq diawali dengan meminta mengurus sampah rumah. Melihat instruksi yang sama kuberikan padanya selama beberapa kali, membuat sang ayah turut berpartisipasi membantu mengingatkan jika saatnya tiba.

Seperti hari-hari Sabtu sebelumnya yang merupakan hari libur kantor bagiku dan juga bagi sekolah TK Syafiq, Saya jadi lupa mengingatkannya untuk membuang sampah. Tiba-tiba saja dia mengambil tempat sampah dan membawanya tanpa kusuruh.

Saat syafiq kembali ke dapur dengan tempat sampah kosong, dengan pandangan berbinar aku spontan berucap "Waaah, masyaaAllah, Pak gubernur hebat! kini sudah bisa buang sampah meski belum diingatkan". "Tadi ayah yang suruh" ujarnya sedikit tersenyum simpul. "Oohh, tapi pak gubernur tetap hebat, kog!" Sambil kupeluk dan kukecup kepalanya.

Ternyata sang ayah diam-diam menyimak komunikasi kami dan memperhatikan aktivitas Syafiq beberapa hari ini. Sehingga saat aku terlupa tersebab hari ini kuanggap saatnya bersantai tak perlu buru-buru menyelesaikan segala aktivitas rumah. Kali ini, Ia yang menghandle alarm  itu bagi si gubernur cilik.

Ternyata pesan bahasa tubuh (non verbal) lebih efektif ketimbang dari sekedar komunikasi langsung (verbal). Maka wajar ketika ahli psikologi Albert Mehrabian menyatakan 55% bahasa tubuh berpengaruh pada hasil komunikasi. Begitu pula agama islam ini dibangun diatas sebuah keteladanan. Yang saya yakin melibatkan bahasa tubuh yang termaktub dalam banyak hadist sahih dari teladan sempurna kita Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْأَاخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
(QS. Al-Ahzab: Ayat 21)

#day3
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional




2 komentar:

Pembelajaran Daring: Memanusiakan manusia dimasa pandemi

Istilah pembelajaran memanusiakan manusia telah kita kenal jauh sebelum terjadi pandemi global ini. Sebuah judul buku yang pernah menjadi be...