Jumat, 05 Oktober 2018

Melatih Kemandirian #day 2: Bersih itu Indah

Bunda Sayang
Melatih Kemandirian
Institut Ibu Profesional

Kemandirian berasal dari kata mandiri yang menurut kamus bahasa Indonesia kemandirian adalah hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung orang lain. Melatih Kemandirian anak bermakna mengajar anak agar terbiasa berdiri sendiri atau tak bergantung pada orang lain meski itu adalah orang tuanya sendiri.

Hal ini berarti bahwa pembiasaan adalah sesuatu yang menjadi syarat agar sebuah pola bisa menetap pada diri seorang anak. Membiasakan melakukan sesuatu secara berulang dan berkelanjutan pada akhirnya akan menjadi kebiasaan baru yang melekat pada diri anak tersebut. Bukankah semua anak dilahirkan dengan fitrah atau suci dan lingkungan yang kemudian mengubahnya sesuai dengan apa yang ia peroleh termasuk pembiasaan yang akan melekat menjadi pribadi bagi si anak.

كلّ مولودٍ يولدُ عَلي الفطرةِ فأبوه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه.

"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani ataupun Majusi." (HR. Muslim)

Seperti di hari kedua ini, saya ingin menanamkan kemandirian pada Syafiq tentang pentingnya kebersihan, berharap ia kemudian tak abai terhadap sampah di sekitarnya. Minimal ia faham dan selanjutnya menjadikan pola kebiasaan baru untuk senantiasa membuang sampah pada tempatnya. Sehingga ia tak tumbuh menjadi anak yang membuang sampah saja ia harus mengandalkan orang lain meski itu berasal dari dirinya sendiri. Selain itu, ikut terlibat dalam kerja jama'ah juga ingin ditanamkan agar kelak ia tak berpangku tangan di saat semua anggota keluarga sibuk dengan pekerjaan rumah.

Maka di hari kedua ini, membuang sampah basah dari sisa makanan menjadi pilihan selanjutnya. Sampah yang bisa dimanfaatkan untuk pakan ayam. Berharap ia bisa memahami bahwa sampah tak melulu berakhir di tong sampah tapi juga bisa berarti bagi makhluk lain. Ada banyak ilmu yang coba ditanamkan melalui aktivitas ini. Selain yang tadi disebutkan, juga pengelolaan sampah melalui pemilahan antara sampah basah dan kering. Bahwa meski bernama sampah juga perlu disortir. Terlebih di usianya sekarang yang genap 6 tahun 1 bulan, pengelompokan benda berdasarkan jenis dan bentuk adalah salah satu kecakapan sudah bisa diajarkan.

Pagi hari saat ia telah siap menuju sekolah, aku memanfaatkan waktu luangnya. Aku meminta  sang gubernur cilik yang  peduli sampah ini untuk meneruskan hasil sortiran sampah ke kandang ayam Kate kami. Tentunya tak lupa memanggilnya dengan sematan pilihannya "gubernur peduli sampah" juga  menerapkan komunikasi produktif.

Dengan tanpa penolakan ia membawa sampah itu.  Alhamdulillah, semoga engkau tumbuh menjadi individu yang mencintai dan menjaga kebersihan lingkungan. Sebab bersih itu indah dan Allah mencintai keindahan.

إِنَّ اللّٰهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
Sesungguhnya Allah itu Indah dan mencintai Keindahan. (HR Muslim)

#day2
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembelajaran Daring: Memanusiakan manusia dimasa pandemi

Istilah pembelajaran memanusiakan manusia telah kita kenal jauh sebelum terjadi pandemi global ini. Sebuah judul buku yang pernah menjadi be...